Bisakah terwujud? :)

Semakin banyak saja buku baru dari para penulis baru yang memenuhi rak di toko buku terkemuka. Beragam jenis tulisan disuguhkan. Biografi, novel bergaya fiksi maupun non fiksi, novel islami fiksi maupun non fiksi, buku tentang psikologi, buku yang berkaitan dengan agama, bisnis, kuliner, kesehatan, travelling, dll. Dibalut dengan warna warni cover yang mencuri perhatian sepasang bola mata. Buku-buku tersebut menawarkan sesuatu untuk dibagi. Entah berupa ilmu, pengetahuan, pengalaman, kisah, pencerahan, kesadaran, hiburan, ataupun bisa menjadi media intropeksi diri.

Buku apapun bisa menjadi buku favorit saya. Entah berlatar belakang apa yang dikupasnya. Asalkan saya bisa mendapatakan sesuatu ketika setelah membacanya. Maka dengan sendirinya, buku itu masuk hitungan buku favorit saya. Buku itu bisa sangat bernilai apabila ia mengandung sesuatu yang bisa dibagi untuk memberikan pembelajaran. Istilahnya, memberikan inspirasi. Memberikan kesadaran bagi pembacanya untuk berperilaku positif, berpandangan positif, dan menjalani kehidupan dengan rasa syukur. Bisa saja cerita fiksi bergaya roman picisan terkesan cengeng dan tidak bermutu memberikan pelajaran. Atau bisa saja biografi dari seorang tokoh yang kurang dikenal masyarakat memiliki kisah menawan yang dapat diambil pengalamannya. Selama apa yang dikandung dalam sebuah buku memiliki nilai untuk mengajak orang bersemangat memandang kehidupan, memberikan energi positif serta tambahan pengetahuan akan sesuatu hal. Saya bisa menghabiskan halaman demi halaman dengan rasa penasaran.

Buku itu adalah jendela dunia. Buku layaknya sahabat, bisa menemani dikala sedih dan bahagia. Buku ialah harta karun tak terhingga nilainya. Dan buku bisa menjadi cermin untuk melihat diri dengan sebenar-benarnya. Seketika, saya teringat akan sebuah impian. Impian untuk menerbitkan buku saya suatu hari nanti. Bisakah terwujud? :)


*pic taken from here


Baca Selengkapnya...

Hari Tanpa Tembakau Sedunia (katanya)

Hari Tanpa Tembakau Sedunia (katanya). Kenapa katanya? Ya jelas katanya. Katanya hari ini bebas tembakau. Katanya hari ini libur menghisap tembakau. Katanya hari ini tidak menyentuh rokok dulu. Lalu besok, lusa, hari-hari berikutnya? Ya itu kan hak azazi manusia! Tiap manusia bebas melakukan apa yang dianggap sudah menjadi kebutuhannya. Bebas? Bebas sih bebas. Tapi kalo melakukan aktivitas yang sudah dianggap kebutuhan itu dan mengganggu kenyamanan orang lain gimana? Ya urusan dia! Toh namanya juga kebebasan. Kalo dia merasa terganggu, yah saya minta maaf. Atau engga, suruh jauh2 dari saya biar gak merasa keganggu menghisap asap rokok yang saya hisap. Gampang kan? Gak usah dibesar-besarin dehhh..


Sejuta kata dikeluarkan untuk melakukan 'self defense' atas kebutuhannya untuk menghisap rokok. Semua juga sudah tau. Dari anak kecil yang udah bisa baca, sampai nenek kakek jompo. Mereka bisa dengar dan melihat iklan rokok merk luar dan merk negeri sendiri, bahwa merokok menyebabkan blablablablablabla. Males dijabarinnya, soalnya sudah basi banget gitu hari gini masih bahas soal bahaya dan efek yang ditimbulkan karena merokok. Itu balik ke masing2 diri aja dehh! Mau sehari menghisap jutaan zat yang mampu merontokkan paru-paru tubuhnya. Sok silahkan... Mau sehari menghisap jutaan zat yang berpotensi menghambat aliran darah masuk ke jantung. Sok silahkan... Mau mengeluarkan duit lebih banyak untuk sebungkus, dua bungkus, bahkan 1 pak rokok. Sok silahkan... Mau bikin orang-orang disekitarnya ikut 'bengek' mendadak, ataupun yang punya asma langsung semaput. Silahkan... Mau ngerokok sehari sampai berpuluh-puluh batang rokok. Silahkan... Gak ada juga kan yang ngelarang? Orang lain gak berguna untuk melarang-larang si perokok. Gak punya hak juga toh? Bukan tubuh orang lain juga. Tubuh sendiri ini yang ditanggung oleh si perokok? Ngapain juga berisik atau ngomel sampe berbusa melarang perokok berhenti ngerokok. Toh juga masuk kuping kiri, keluar kuping kanan.

Mungkin kalo anggota badan si empunya tubuh sudah meminta hak-haknya. Baru itu mungkin terasa. Kalo belum sakit dan masih sehat terus, kan 'si paru-paru' masih baik2 saja! 'Si jantung' juga belum ada masalah, karena dibawa olahraga secara rutin. Terus kenapa situ harus bawel terus? Mau tau alasan kenapa sini bawel? Karena saya mau melihat kamu tidak menjadi korban kemarahan 'si paru-paru dan si jantung'. Karena saya terlalu sayang dan amat sangat tidak rela apabila hanya karena tembakau dan zat-zat lainnya membunuh dirimu perlahan. Apa kamu tidak sadari juga bahwa rokok bisa membunuhmu secara perlahan?


*pic taken from here


Baca Selengkapnya...

Tega - Rossa



Kalau ada satu lagi yang sangat mewakili teriakan hati saya saat ini. Lagu inilah juaranya! Tapi gak secengeng itu juga sihh! hehehe.. Hanya saja, kenapa lagu 'Tega' mewakili kondisi dan suara hati saya banget yahhh? :'(

Walau saya sadar betul bahwa saya kuat, dan bisa tersenyum tulus melihat kebahagiaannya. Karena pasti dia sangat bahagia sekarang ini. Terlampau bahagia sampai-sampai meninggalkan saya begitu saja :)

Baca Selengkapnya...